Akselerasi Keterampilan Digital di Indonesia

Pemantauan, Evaluasi, dan Pembelajaran
Penelitian Kebijakan
Latar Belakang 

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 Indonesia menekankan peran transformasi digital dalam mendorong produktivitas ekonomi dan memperbaiki penyediaan layanan bagi masyarakat. Pemerintah Indonesia juga memiliki serangkaian peraturan yang mendorong transformasi digital, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik dan PP No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Namun, belum ada kerangka kebijakan yang secara khusus mengarahkan pengembangan keterampilan digital di Indonesia. Kerangka kebijakan ini sangat penting karena akan menentukan keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan dan menikmati manfaat transformasi digital.

Laporan Diagnostik Lanskap Keterampilan Digital di Indonesia dan Panduan Strategi Percepatan Pengembangan Keterampilan Digital di Indonesia, sebagai bagian dari Digital Economy Kit, mendukung pemerintah dalam mempercepat pengembangan keterampilan digital masyarakat dan angkatan kerjanya dengan memberikan analisis terperinci tentang perkembangan keterampilan digital di Indonesia dan rekomendasi kebijakan yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan literasi dan keterampilan digital di Indonesia. Salah satu rekomendasi utama yang dibahas dalam Panduan Strategi tersebut adalah bahwa kapasitas pemerintah dalam mengelola pengembangan keterampilan digital perlu ditingkatkan, mengingat pentingnya hal tersebut bagi agenda transformasi digital.

Tujuan 

Studi kami berfokus pada tujuan berikut.

  1. Menelusuri kondisi suplai dan permintaan akan profesi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan non-TIK yang relevan untuk melaksanakan inisiatif strategis SPBE (e-government)
  2. Menilai praktik baik dalam unit digital pemerintah
  3. Memberikan rekomendasi kebijakan untuk menanggulangi kesenjangan dalam keterampilan digital
Metodologi 

Proyek ini terdiri atas dua komponen berikut.

  1. Analisis suplai keterampilan digital di sektor publik
    Dalam komponen ini, kami akan melakukan kajian pustaka (desk review) dan wawancara mendalam untuk memetakan konteks, agenda, dan isu terkait aparatur sipil negara (ASN). Peran unit digital dalam menutup kesenjangan keterampilan digital juga akan dibahas dalam komponen ini. Kami juga akan melakukan analisis pencocokan antara kerangka SPBE dan deskripsi pekerjaan posisi fungsional TIK.
     
  2. Analisis permintaan akan keterampilan digital di sektor publik
    Komponen ini terdiri atas pengumpulan data sekunder di sisi permintaan dari berbagai kementerian terkait. Kami akan melakukan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan informan terpilih untuk memvalidasi hasil analisis suplai dan permintaan, dan untuk mendiskusikan berbagai opsi kebijakan untuk memperkecil kesenjangan keterampilan digital. 
Penasihat 
Rendy Adriyan Diningrat
Koordinator 
Palmira Permata Bachtiar
Anggota Tim 
Mayang Rizky
Jonathan Farez Satyadharma
Abdullah Faqih
Status 
Sedang bejalan
Tahun Penyelesaian 
2022
Pemberi Dana Proyek 
Blavatnik School of Government at the University of Oxford
Wilayah Studi 

Bagikan laman ini