Our Expertise
Selamat datang di buletin SMERU edisi ini. Dalam edisi-edisi terdahulu SMERU telah memfokuskan perhatiannya pada dampak krisis terhadap kelompok masyarakat miskin. Namun krisis moneter dimulai dengan rontoknya sektor perbankan dan usaha di pusat-pusat perkotaan, jadi sudah sepatutnya jika kita mempertimbangkan dampak krisis terhadap pekerja tenaga terdidik.
Saat ini SMERU sedang menapak masa transisi yang sangat menarik. Tahun 2000 ini adalah tahun terakhir kami melakukan kegiatan di bawah payung Bank Dunia. Mulai bulan Januari 2001 SMERU akan menjadi suatu lembaga penelitian yang independen dengan nama Lembaga Penelitian SMERU. Lembaga ini telah resmi didirikan di bawah naungan Yayasan SMERU.
Tema khusus edisi bulletin SMERU kali ini adalah mengenai kredit kecil perdesaan. Bagaimana cara menyalurkan pelayanan kredit yang efisien dan efektif bagi mereka yang membutuhkan modal kecil bukan masalah baru di Indonesia.
Newsletter ini merupakan nomor perdana yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian SMERU sejak para penelitinya berketetapan melanjutkan kegiatan SMERU dengan status otonom penuh. Pada dua tahun pertama usianya, lembaga ini secara administratif berada di bawah Bank Dunia, namun dalam hal penetapan topik, arah, dan metoda pengkajiannya para peneliti memiliki kewenangan cukup luas.
Selama beberapa bulan terakhir ini masalah subsidi bahan bakar minyak (BBM) telah menjadi isu penting dalam diskusi-diskusi mengenai perekonomian nasional setelah pemerintah Indonesia mempertimbangkan pro dan kontra pengurangan atau pencabutan subsidi BBM sepenuhnya. Kira-kira bagaimana reaksi masyarakat luas bila subsidi BBM dicabut?

