Perjalanan Guru Pemula Indonesia pada Tahun-Tahun Awal Menjadi Guru

Penelitian Kebijakan
Latar Belakang 

Studi ini adalah bagian dari Program RISE di Indonesia, sebuah program penelitian multinegara berskala besar yang bertujuan mempelajari bagaimana sistem pendidikan di negara berkembang mengatasi krisis pembelajaran dan memastikan proses belajar-mengajar yang lebih baik bagi semua pihak. Studi ini adalah salah satu komponen dalam Reform Area A yang mengevaluasi kebijakan program pilot terkait pengajar dan pengajaran, terutama untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Guru adalah aktor kunci dalam penyediaan layanan pendidikan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi kisah nyata guru muda Indonesia di tahun awal mereka bertugas sebagai guru: apa yang mendorong mereka menjadi guru, apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai guru, seperti apa pengalaman pertama mereka mengajar, dan pengalaman lain apa yang mereka miliki selama menjadi guru.

Dalam studinya mengenai permasalahan yang dihadapi guru muda atau pemula, Veenman (1984) menemukan bahwa transisi dari pelatihan guru ke tugas mengajar pertama kali mungkin meninggalkan kesan dramatis atau bahkan traumatis. Hingga kini, belum ada studi di Indonesia mengenai perkembangan guru dari perspektif mereka. RISE ingin merekam pengalaman para guru muda dari perspektif mereka sendiri dalam Catatan Perjalanan Guru Muda pada Tahun-Tahun Awal Menjadi Guru.

Tujuan 

Studi ini bertujuan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Kenapa orang muda Indonesia ingin menjadi guru?
2. Bagaimana guru pemula menjalani tahun-tahun awal mereka sebagai guru?

Metodologi 

Kami menggunakan metode kualitatif dengan memakai dua instrumen: menulis jurnal dan wawancara melalui telepon.

 

Publikasi

  1. Catatan Perjalanan Guru
Koordinator 
Ulfah Alifia
Anggota Tim 
Rezanti Putri Pramana
Shintia Revina
Status 
Sedang bejalan
Tahun Penyelesaian 
2022
Pemberi Dana Proyek 
RISE Programme didukung oleh Pemerintah Inggris melalui Department for International Development (DFID), Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), dan Bill and Melinda Gates Foundation
Mitra Pengelola 
Oxford Policy Management (OPM) dan Blavatnik School of Government di University of Oxford
Mitra Teknis 
Amsterdam Institute for Global Health and Development (AIGHD) dan Mathematica Policy Research
Topik 

Bagikan laman ini